Pages

Labels

Tampilkan postingan dengan label Management. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Management. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 September 2016

6 Unsur Management Terpenting dalam Fungsi Managemen

Unsur Unsur Manajemen dalam penerapannya di dalam perusahaan saling berkaitan erat satu sama lainnya. Masing-masing dari unsur tersebut tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Tanpa adanya salah satu maka penerapan fungsi manajemen dalam perusahaan tidak akan bisa berjalan dengan baik dan semestinya.
 

6 Unsur Manajemen terpenting dalam Fungsi Manajemen adalah :

1. Man (Sumber daya Manusia)

Unsur manajemen yang paling vital adalah sumber daya manusia. Manusia yang membuat perencanaan dan mereka pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan tersebut. Tanpa adanya sumber daya manusia maka tidak ada proses kerja, sebab pada prinsip dasarnya mereka adalah makhluk pekerja.

2. Money (uang)

Perusahaan dalam menjalankan seluruh aktifitas sehari-harinya tidak akan bisa terlepas dari biaya yang diukur dengan satuan sejumlah uang.
Dengan ketersediaan uang atau dana yang memadai maka manajemen perusahaan akan lebih leluasa dalam melakukan sejumlah efisiensi untuk mencapai tujuan akhir perseroan yaitu memperoleh laba yang maksimal.
Pembelian bahan material atau bahan baku nilainya akan jauh lebih murah jika dilakukan dengan pembayaran tunai begitu pula dengan jumlah atau quantity, semakin banyak quantity yang dipesan maka secara otomatis akan mendapatkan jumlah harga discount khusus dari vendor. 

6 Unsur Manajemen terpenting dalam Fungsi Manajemen

3. Materials (bahan baku)

Ketersediaan bahan baku atau material sangat vital dalam proses produksi. Tanpa bahan baku perusahaan manufaktur tidak bisa mengolah sesuatu untuk dijual.
Dibutuhkan tenaga ahli untuk mengolah bahan baku menjadi barang jadi atau setengah jadi. Sumber Daya Manusia dan bahan baku sangat berkaitan erat satu sama lain dan tidak bisa dipisahkan.

4. Machines (Peralatan Mesin)

Untuk mengolah bahan baku menjadi barang jadi dibutuhkan seperangkat mesin dan peralatan kerja. Dengan adanya mesin maka waktu yang dibutuhkan dalam proses produksi akan semakin cepat dan efisien.
Disamping efisien, tingkat kesalahan manusia atau human error dapat diminimalisir, namun dibutuhkan sumber daya yang handal dan bahan baku yang berkualitas untuk memperoleh hasil yang maksimal.

5. Methods (metode) 

Dalam menerapkan manajemen untuk mengelola sejumlah unsur-unsur diatas dibutuhkan suatu metode atau standard opartional prosedure yang baku.
Setiap divisi di dalam perusahaan memiliki fungsi pokok tugas atau job desk tersendiri dan masing masing divisi tersebut saling berkaitan erat dalam menjalankan aktifitas perusahaan.

6. Market (pasar)

Konsumen atau pasar merupakan elemen yang sangat penting, tanpa permintaan maka proses produksi akan terhenti dan segala aktifitas perusahaan akan vakum.
Agar dapat menguasai segmentasi pasar pihak manajemen harus memiliki strategi pemasaran yang handal dan dapat bersaing dengan kompetitor market sejenis baik dari sisi harga, kualitas  maupun kuantitas.

Enam unsur manajemen diatas saling berkaitan erat satu sama lainnya, dan masing-masing elemen sangat penting dalam rangka penerapan fungsi manajemen untuk mencapai hasil yang masimal dan efisiensi dalam aktifitas perusahaan.
 

Management Trainee

Definisi dan Pengertian Management Trainee

Management Trainee adalah merupakan proses pelatihan terhadap karyawan baru yang direkrut oleh perusahaan untuk diberikan pengarahan dan wawasan tentang profil dan unit bisnis perusahaan, dan diharapkan hasil dari pelatihan dan pengembangan karakter ini akan diperoleh dan diseleksi calon pegawai baru yang memiliki kualitas untuk dipromosikan ke jenjang yang lebih strategis pada level manajemen di perusahaan.

Salah satu program management trainee atau (MT) umumnya calon karyawan akan di coba berbagai macam jenis kegiatan untuk  melihat kemampuan dan bakat dari masing-masing peserta pelatihan.
Masa pelatihan biasanya sangat tergantung dari kebijakan masing-masing perusahaan, ada yang melaksankannya dalam waktu 6 bulan bahkan ada yang sampai 1 tahun.

Mereka diberikan pelatihan dan pengetahuan yang berkaitan dengan prosedur operasional perusahaan,  keahlian perencanaan,  pengendalian usaha, risk manajemen, dan rencana manajerial.
Disamping penguasaan materi, para peserta juga sekaligus melakukan On Job Training atau praktek kerja langsung dengan aktifitas perusahaan sehari-hari.

Pengertian dan Manfaat Management Trainee Program

Standarisasi Calon Peserta Management Trainee Program

Pihak manajemen Perusahaan umumnya menetapkan standarisasi yang cukup tinggi pada calon peserta management trainee. 

Hal tersebut antara lain memberikan syarat Indeks Prestasi Komulatif (IPK) minimal 3 untuk lulusan fresh graduate dari perguruan tinggi, memiliki kemampuan berbahasa Inggris baik lisan maupun tulisan, kecakapan berorganisasi dan berkomunikasi, dan memiliki keahlian khusus diluar kemapuan akademik.
MT dibuat dan dirancang sedemikian rupa untuk menyiapkan para calon manajerial perusahaan di masa yang akan datang.  

Untuk menjalankan tugas dalam pelatihan Management Trainee biasanya perusahaan membayar konsultan ahli manajemen khusus yang berpengalaman, hal ini karena mereka menganggap sumber daya manusia merupakan aset yang bernilai tinggi untuk kemajuan perusahaan.

Manfaat Utama Manajemen Trainee

Manfaat langsung dan dampak positip yang diperoleh perusahaan dengan menerapkan prosedur management traine anatara lain :
  • Dapat menilai, mengevaluasi dan menyaring calon manajerial yang berkualitas
  • Menjamin ketersediaan sumber daya manusia yang handal dan trampil yang akan dipromosikan ke jenjang executive perusahaan.
  • Memberikan wawasan dan pengembangan karakter calon manajerial.
  • Memberikan pelatihan tentang standar operasional prosedur perusahaan yang baku.
  • Pelatihan dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia di Perusahaan
  • Sarana peningkatan kemampuan manajemen
  • Peningkatan produktifitas perusahaan 

Proses management trainee sangat vital fungsinya untuk pengembangan visi dan misi perusahaan untuk masa yang akan datang, dan satu hal yang sangat penting yaitu mereka dapat bersaing di dunia usaha saat ini yang sangat menuntut efisiensi dan profesionalisme.

Sumber :  http://www.kembar.pro/2015/10/pengertian-dan-manfaat-management-trainee.html

Tips Sukses

 Jika Anda ingin jadi pengusaha sukses ada beberapa tips Keahlian Manajemen yang wajib Anda miliki:

1. Kecerdasan Emosional

Bahasa tubuh orang-orang sukses terlihat jelas begitu mengesankan. Mereka mampu mengontrol emosi, terbiasa menghormati dan memiliki respek terhadap orang lain.

2. Pengorganisasian

Pengelolaan manajemen sumber daya manusia melalui sistem kerja yang terorganisir secara sistematis, fleksibel dan rapi. Setiap unit dalam organisasi saling memberikan support terhadap pencapaian keberhasilan.

Jadi Pengusaha Sukses? Tips Keahlian Manajemen yang Wajib Dimiliki

3. Perencanaan Manajemen

Setiap pengusaha sukses awalnya pasti memiliki impian yang besar dan mengimplementasikannya melalui perencanaan manajemen strategi yang paling efisien dan efektif.

4. Kepemimpinan

Memiliki kemampuan manajemen kepemimpinan yang bisa memberikan inspirasi dan nilai positip kepada team. Memiliki rasa tanggungjawab yang besar terhadap pemecahan suatu masalah dan berani mengambil resiko.

5. Manajemen Waktu

Fokus mengerjakan sesuatu menurut skala prioritas yang paling penting, disiplin terhadap jadwal kerja sesuai time table yang telah direncanakan untuk jangka pendek dan panjang.

6. Komunikatif

Semakin efektif Anda berkomunikasi dan bernegosiasi dengan orang lain maka akan semakin mudah Anda meraih sukses. Segala sesuatu harus bisa dikomunikasikan dengan baik dan ini akan sangat menentukan tingkat keberhasilan.

7. Inovatif menciptakan Produk

Anda harus kreatif menciptakan produk atau jasa yang ditawarkan. Inovasi akan membuat Anda berhasil, strategi utamanya yaitu Anda harus mampu memberikan produk dan pelayanan lebih baik daripada pesaing.

8. Pemasaran yang Handal

Memiliki konsep strategi pemasaran, pintar dalam memilih segmentasi pasar dan mengkolaborasikan bauran pemasaran terhadap produk, harga, tempat, dan media promosi.

9. Memiliki Reputasi

Memiliki reputasi yang baik adalah merupakan modal utama dalam memasarkan Brand Image perusahaan. Reputasi dapat dibangun dengan menjaga kepercayaan konsumen dan memberikan pelayanan yang optimal.

10. Perencanaan Keuangan

Biasanya para pengusaha sukses sangat pintar dalam mengelola manajemen keuangan melalui perencanaan cashflow yang baik. Mereka sangat fokus terhadap pencapaian laba dan efisiensi modal usaha.

11. Tekun, Ulet dan Pantang Menyerah

Untuk memulai dan mengembangkan usaha pasti banyak rintangan yang dihadapi, disini Anda dituntut agar bisa berjiwa besar. Semakin berhasil seseorang pasti semakin banyak masalah yang telah dihadapi dan mampu diselesaikan dengan baik.

 
Sumber :  http://www.kembar.pro/2015/11/jadi-pengusaha-sukses-tips-keahlian-manajemen-wajib-dimiliki.html

Pengertian, Fungsi dan Contoh Sistem Informasi Management

Pengertian Sistem Informasi Manajemen

Manajemen sendiri mencakup proses perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, pengarahan, dan lain-lain, dalam suatu organisasi. Sedangkan, informasi dalam satu organisasi adalah data yang diolah sedemikian rupa sehingga memiliki nilai dan arti bagi organisasi.
Dengan ini, dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan sistem yang mengolah serta mengorganisasikan data dan informasi yang berguna untuk mendukung pelaksanaan tugas dalam suatu organisasi.

Perkembangan Sistem Informasi Manajemen

Pada awal perkembangan komputerisasi informasi, komputer belum mempunyai program yang berjalan secara otomatis, melainkan hanya menjalankan komando yang dimasukkan secara manual ke dalam komputer. Setelah tahun 2000’an, sistem informasi manajemen mulai berkembang sebagai satu sistem yang terintegrasi pada berbagai induk perusahaan dan cabang-cabangnya.
Sistem tersebut kemudian dibentuk dalam sistem informasi berbasis komputer (Computer Based Information System). Hingga kini, sistem informasi berjalan secara terintegrasi dan berjalan secara otomatis.
SIM sendiri mempunyai elemen-elemen fisik yang dibutuhkan untuk kelancaran sistem yang digunakan, yaitu perangkat keras komputer, perangkat lunak, yaitu perangkat lunak sistem umum, perangkat lunak terapan umum, serta program aplikasi.
Selanjutnya, dalam SIM terdapat database dan prosedur pelaksanaan sistem manajemen perusahaan dan tentunya, petugas yang mengoperasikan semua sistem tersebut.

Pengertian, Fungsi dan Contoh Sistem Informasi Manajemen

Fungsi Sistem Informasi Manajemen

Fungsi utama diterapkannya sistem infomasi manajemen dalam suatu organisasi adalah sebagai berikut:
  1. Mempermudah pihak manajemen untuk melakukan perencanaan, pengawasan, pengarahan dan pendelegasian kerja kepada semua departemen yang memiliki hubungan komando atau koordinasi dengannya.
  2. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas data yang tersaji akurat dan tepat waktu.
  3. Meningkatkan produktifitas dan penghematan biaya dalam suatu organisasi.
  4. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia karena unit sistem kerja yang terkoordinir dan sistematis.

Contoh Sistem Informasi Manajemen

Beberapa contoh kongkrit penerapan sistem informasi manajemen adalah sebagai berikut:
1. Enterprise Resource Planning (ERP)
Sistem ERP ini biasanya digunakan oleh sejumlah perusahaan besar dalam mengelola manajemen dan melakukan pengawasan yang saling terintegrasi terhadap unit bidang kerja Keuangan, Accounting, Sumber Daya Manusia, Pemasaran, Operasional, dan Pengelolaan Persediaan.  
2. Supply Chain Management (SCM)
Sistem SCM ini sangaat bermanfaat bagi pihak manajemen dimana data data yang disajikan terintegrasi mengenai manajemen suplai bahan baku, mulai dari pemasok, produsen, pengecer hingga konsumen akhir.
3. Transaction Processing System (TPS)
TPS ini berguna untuk proses data dalam jumlah yang besar dengan transaksi bisnis yang rutin. Program ini biasa diaplikasikan untuk manajemen gaji dan inventaris. Contohnya adalah aplikasi yang digunakan untuk Bantuan Keuangan Desa Pemprov Jawa Timur.
4. Office Automation System (OAS)
Sistem aplikasi ini berguna untuk melancarkan komunikasi antar departemen dalam suatu perusahaan dengan cara mengintegrasikan server-server komputer pada setiap user di perusahaan. Contohnya adalah email.
5. Knowledge Work System (KWS)
Sistem informasi KWS ini mengintegrasikan satu pengetahuan baru ke dalam organisasi. Dengan ini, diharapkan para tenaga ahli dapat menerapkannya dalam pekerjaan mereka.
6. Informatic Management System (IMS)
IMS berfungsi untuk mendukung spektrum tugas-tugas dalam organisasi, yang juga dapat digunakan untuk membantu menganalisa pembuatan keputusan. Sistem ini juga dapat menyatukan beberapa fungsi informasi dengan program komputerisasi, seperti e-procurement.
7. Decision Support System (DSS)
Sistem ini membantu para manajer dalam mengambil keputusan dengan cara mengamati lingkungan dalam perusahaan. Contohnya, Link Elektronik di sekolah Tunas Bangsa, yang mengamati jumlah pendapatan atau pendaftaran siswa baru setiap tahun.
8. Expert System (ES) dan Artificial Intelligent (A.I.)
Sistem ini pada dasarnya menggunakan kecerdasan buatan untuk menganalisa pemecahan masalah dengan menggunakan pengetahuan tenaga ahli yang telah diprogram ke dalamnya. Contohnya, sistem jadwal mekanik.
9. Group Decision Support System (GDSS) dan Computer-Support Collaborative Work System (CSCWS)
Serupa dengan DSS, tetapi GDSS mencari solusi lewat pengumpulan pengetahuan dalam satu kelompok, bukan per individu. Biasanya berbentuk kuesioner, konsultasi, dan skenario. Contohnya adalah e-government.
10. Executive Support System (ESS)
Sistem ini membantu manajer dalam berinteraksi dengan lingkungan perusahaan dengan berpegang pada grafik dan pendukung komunikasi lainnya.

Sumber : http://www.kembar.pro/2016/01/pengertian-fungsi-dan-contoh-sistem-informasi-manajemen.html