Pages

Labels

Rabu, 14 September 2016

Sistem Pencernaan Makanan

SISTEM PENCERNAAN MAKANAN 


 • Makanan adalah bahan-bahan yang diperlukan tubuh supaya tetap hidup
 • Makanan itu akan dimasukkan ke dalam tubuh melalui sistem pencernaan makanan
 • System pencernaan makanan itu berupa organ organ yang berbentuk saluran ( Tractus digestivus ) dan organ yang berupa kelenjar yang tidak dilalui makanan
 • Makanan yang diperlukan oleh tubuh harus memenuhi syarat-syarat kesehatan, meliputi :
 1. makanan harus hygienes, artinya tidak mengandung kuman penyakit dan zat racun
2. makanan harus bergizi, yaitu cukup mengandung karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin dan air makanan harus mudah dicerna oleh alat pencernaan
 • Fungsi makanan bagi tubuh manusia :
1. sebagai penyedia energi : karbohidrat 4,1 kalori, protein 4,1 kalori, lemak 9,3 kalori
 2. untuk pertumbuhan, perkembangan dan mengganti sel-sel tubuh yang rusak
 3. Sebagai zat pelindung dan pertahanan tubuh, zat makanan berperan menjaga keseimbangan cairan tubuh (homeostasis)
 Zat- zat makanan dan peranannya di dalam tubuh
 A. Karbohidrat (zat tepung)

 • Merupakan senyawa organik yang tersusun atas C, H, O.
• Berdasar gugus gula penyusunnya karbohidrat dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu :
 1. Monosakarida : karbohidarat yang tersusun satu gugusan gula. Contoh : glukosa, galaktosa, fruktosa.
 2. Disakarida : karbohidrat yang tersusun atas dua gugusan gula. Contoh : maltosa (gula emping), laktosa (gula susu), sukrosa (gula tebu).
3. Polisakarida : karbohidrat yang tersusun atar lebih dari 10 gugusan gula. Contoh : amilum (pati), selulosa dan gliokogen (gula otot)
 • Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh kita.
 • Penggunaan energi sehari-hari untuk keperluan metabolisme rutin bagi tubuh yang berat 50 kg adalah 1500 kalori.
 • Karbohidrat dalam tubuh disimpan dalam hati (108 gr), otot (245 gr) (keduanya berbentuk glikogen), darah (17 gr) berupa glukosa atau gula darah.
 • Sumber karbohidrat adalah tumbuh-tumbuhan : padi, jagung, talas, ubi jalar, kentang, singkong dan sagu.

B. Protein
• Merupakan senyawa organik yang tersusun atas C, H, O, N, dan kadangkala S, P.
• Komponen dasar protein adalah senyawa organik sederhana disebut asam amino, jadi di dalam saluran pencernaan, protein akan disederhanakan menjadi senyawa asam amino
• Protein yang tersusun atas asam amino itu meliputi : Asam amino Essensial Asam amino Non Essensial
 • Asam amino esensial (utama) : asam amino yang harus ada dan didapatkan dari luar tubuh manusia karena tubuh tidak mampu mensintesisnya,
 • Asam amino esensial ini meliputi 10 macam, yaitu : lisin isoleusin triptofan treonin histidin metionin fenil alanin valin leusin arginin
 • asam amino nonesensial : asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh sendiri
 • Asam amino non esensial ini meliputi : alanin sistein glisin prolin tirosin Asam glutamat
 • Sumber protein : hewani : udang kering (62,4%) ikan asin kering (42%) sarang burung (37,5%) teri kering (33,4%) keju (22,5%) udang segar (21%) bandeng (20%) hati sapi (19,7%) daging sapi (18,3%) daging kerbau (18,7%) daging ayam (18,2%) daging kambing (16,6% 2. nabati : kedelai (34,9%) kwaci (30,6%) kacang tanah (25,3%) biji kara benguk (24%) kacang tolo (22,9%) kacang hijau (22,2%) biji jambu mete (21,2%) tempe kedelai murni (18,3%)
 • Bila tubuh seseorang mengalami kekurangan protein yang berkepanjangan maka akan dapat menyebabkan seseorang menderita penyakit busung lapar (hongeroedem) dan kwashiorkor.
 • Fungsi protein bagi tubuh manusia, yaitu :
 1. membangun sel-sel yang rusak membentuk zat pengatur seperti enzim dan hormon
2. membentuk zat kebal atau antibodi
 3. bahan membentuk senyawa asam amino lainnya
 4. sebagai sumber energi, 1 gr menghasilkan 4,1 kalori
 5. menjaga keseimbagan asam basa dalam darah

 C. Lemak



 • Merupakan senyawa organik yang tersusun atas C, H, O.
 • Komponennya adalah asam lemak dan gliserol.
 • Asam lemak dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :
 1. Asam lemak jenuh : berujud padat dan bersama gliserin dapat disintesis sendiri oleh tubuh.
 2. asam lemak tidak jenuh : berujud cair dan tidak dapat disintesis sendiri oleh tubuh, jadi harus didatangkan dari luar.
 • Sumber lemak :
1. hewani : minyak ikan (100%), kuning telur ayam (31, 9%), daging itik (28,6%), belut (27%), daging ayam (25%, keju.
2. nabati : minyak kelapa sawit (100%), minyak kacang tanah (100%), minyak kenari (66%), kemiri (63%), wijen (51,1%), biji jambu mete (49,6%), biji kacang tanah (42,8%), kwaci (42,1%), serbuk coklat (23,8%), kedelai (18,1%), advokat.
 • Fungsi Lemak :
 1. penghasil energi atau kalor, 1 gr menghasilkan 9,3 kalori
2. pelarut vitamin A, D, E dan K
 3. pelindung alat-alat tubuh
 4. pelindung tubuh dari suhu rendah
 5. membangun bagian sel tertentu

D. Vitamin
 • vitamin adalah suatu zat senyawa kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita yang berfungsi untuk mambantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh dan tidak menghasilkan energi.
 • vitamin tidak dapat disintesis oleh tubuh, sehingga harus didatangkan dari luar tubuh
 • Tanpa vitamin manusia, hewan dan makhluk hidup lainnya tidak akan dapat melakukan aktifitas hidup
 • kekurangan vitamin dapat menyebabkan defisiensi (avitaminosis) dan dapat memperbesar peluang terkena penyakit pada tubuh kita.

 • Vitamin digolongkan berdasarkan kelarutannya di dalam air :
 1. Vitamin yang larut di dalam air : Vitamin B dan Vitamin C . Vitamin yang larut dalam air biasanya hanya dapat disimpan dalam jumlah yang sangat sedikit dan waktu yang singkat. Vitamin ini diserap oleh tubuh dan masuk ke aliran darah dan beredar ke seluruh tubuh. Jika tidak diperlukan akan dikeluarkan bersama dengan urine, terkecuali Vit B12 yang disimpan dalam hati. dengan kata lain kita perlu menyediakan vitamin ini untuk tubuh kita setiap hari secara terus menerus
 2. Vitamin yang tidak larut di dalam air : Vitamin A, D, E, dan K atau disingkat Vitamin ADEK.

• macam dan jenis vitamin, sumber serta akibat kekurangan
 1. Vitamin A
 • sumber vitamin A : susu, ikan, sayuran berwarna hijau dan kuning, hati, buah-buahan warna merah dan kuning (cabe merah, wortel, pisang, pepaya, dan lain-lain) -
 • Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin A : rabun senja, katarak, infeksi saluran pernapasan, menurunnya daya tahan tubuh, kulit yang tidak sehat, dan lain-lain.
 2. Vitamin B1
 • sumber : gandum, daging, susu, kacang hijau, ragi, beras, telur, dan sebagainya
 • Penyakit yang ditimbulkan: kulit kering, kulit bersisik, daya tahan tubuh berkurang.
 3. Vitamin B2
 • sumber :sayur-sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur, susu, dan banyak lagi lainnya.
 • Penyakit yang ditimbulkan : turunnya daya tahan tubuh, kilit kering bersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah, sariawan, dan sebagainya.
 4. Vitamin B3
 • sumber : buah-buahan, gandum, ragi, hati, ikan, ginjal, kentang manis, daging unggas dll.
 • Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan : terganggunya sistem pencernaan, otot mudah keram dan kejang, insomnia, bedan lemas, mudah muntah dan mual-mual, dan lain-lain
 5. Vitamin B5
 • sumber yang mengandung vitamin B5 : daging, susu, sayur mayur hijau, ginjal, hati, kacang ijo, dan banyak lagi yang lain.
• Penyakit yang ditimbulkan : otot mudah menjadi kram, sulit tidur, kulit pecah-pecah dan bersisik, dan lain-lain .
6. Vitamin B
 • sumber yang mengandung vitamin B6 = kacang-kacangan, jagung, beras, hati, ikan, beras tumbuk, ragi, daging, dan lain-lain.
 • Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B6 = pelagra alias kulit pecah-pecah, keram pada otot, insomnia atau sulit tidur, dll.
 7. Vitamin B12
 • sumber yang mengandung vitamin B12 ; telur, hati, daging, dan lainnya
 • Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B12 = kurang darah atau anemia, gampang capek/lelah/lesu/lemes/lemas, penyakit pada kulit, dan sebagainya
 8. Vitamin C
 • sumber yang mengandung vitamin C = jambu klutuk atau jambu batu, jeruk, tomat, nanas, sayur segar, dan lain sebagainya
 • Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin C = mudah infeksi pada luka, gusi berdarah, rasa nyeri pada persendian, dan lain-lain
 9. Vitamin D
 • sumber yang mengandung vitamin D = minyak ikan, susu, telur, keju, dan lain-lain
 • Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin D = gigi akan lebih mudah rusak, otok bisa mengalami kejang-kejang, pertumbuhan tulang tidak normal yaitu betis kaki akan membentuk huruf O atau X.
 10. Vitamin E
 • sumber yang mengandung vitamin E: ikan, ayam, kuning telur, kecambah, ragi, minyak tumbuh-tumbuhan, havermut, dsb
 • Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin E : mandul baik pria maupun wanita, gangguan syaraf dan otot, dll
 11. Vitamin K
 • sumber yang mengandung vitamin K : susu, kuning telur, sayuran segar, dll
 • Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin K : darah sulit membeku bila terluka/berdarah/luka/pendarahan, pendarahan di dalam tubuh, dan sebagainya

 E. Mineral
 • Seperti halnya vitamin, mineral adalah nutrisi penting untuk pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit.
 • Mineral dan vitamin bertindak secara interaksi.
 • Tanpa beberapa mineral / vitamin, maka beberapa vitamin / mineral tidak berfungsi dengan baik.
 • Perbedaan antara vitamin dan mineral adalah bahwa mineral merupakan senyawa anorganik, sedangkan vitamin organik.
 • Mineral dapat diklasifikasikan menurut jumlah yang dibutuhkan tubuh, bukan berdasarkan kepentingan
 • Mineral minor tak kalah penting dibandingkan mineral utama. Kekurangan mineral minor akan menyebabkan masalah kesehatan yang juga serius.
 • Berdasarkan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh, mineral dikelompokan menjadi dua :
1. Mineral utama (mayor) adalah mineral yang kita perlukan lebih dari 100 mg sehari, contoh : Kalsium, tembaga, fosfor, kalium, natrium dan klorida
 2. sedangkan mineral minor (trace elements) adalah yang kita perlukan kurang dari 100 mg sehari. Contoh: kromium, magnesium, yodium, besi, flor, mangan, selenium dan zinc .
• Mineral yang baik bagi tubuh adalah mineral organik yang hanya bisa didapatkan langsung dari sayur dan buah – buahan atau secara tidak langsung dari daging hewan.
• Hal tersebut dikarenakan tumbuhan dapat memproses mineral dari tanah melalui fotosintesa dan merubahnya menjadi organik.
• Beberapa manfaat mineral diantaranya adalah :
 1. Boron : Bermanfaat untuk kesehatan tulang, menjaga fungsi otak, anti penuaan, menjaga kesehatan seksual, mencegah kanker, mengobati penyakit alzheimer, dan nyeri otot.
 2. Kalsium : Menjaga kesehatan tulang, mencegah artritis, menjaga kesehatan gigi, berperan dalam penurunan berat badan, mencegah kanker usus besar, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi.
 3. Tembaga : Bermanfaat untuk fungsi otak, perawatan kulit, radang sendi, infeksi tenggorokan, kekurangan hemoglobin, kekebalan, dan penyakit jantung.
 4. Yodium : Bermanfaat untuk perawatan rambut, menjaga metabolisme tubuh, kehamilan, hingga kanker.
5. Besi : Membantu pembentukan hemoglobin, menjaga metabolisme tubuh, membantu mengatasi anemia, dan menjaga fungsi otak.
 6. Magnesium : Bermanfaat untuk mencegah tekanan darah tinggi, serangan jantung, kram, diabetes, asma, menjaga kesehatan tulang, dan baik untuk masa kehamilan.
 7. Mangan : Menjaga metabolisme tubuh, mencegah osteoporosis, kelelahan, peradangan, epilepsi, menjaga fungsi otal dan alat reproduksi.
 8. Fosfor : Menjaga kesehatan tulang, fungsi otak, perawatan gigi, metabolisme tubuh dan fungsi seksual.
9. Kalium : Mengatur tekanan darah, mencegah penyakit jantung, gangguan otot, kram, gangguan ginjal, radang sendi, dan menjaga ketersediaan air dalam tubuh.
 10. Natrium : Menjaga keseimbangan air dalam tubuh, menjaga tubuh dari sengatan sinar matahari, menjaga fungsi otak, anti penuaan, dan mencegah kram otot.
11. Zinc : Untuk perawatan kulit, eksim, jerawat, penyembuhan luka, gangguan postrate, membantu dalam penurunan berat badan, reproduksi, perawatan mata dan rambut.

F. Air
 Air diperoleh dengan langsung melalui minum dan secara tidak langsung dari buah-buahan atau makanan lain.
 • Air dalam tubuh diperlukan dalam jumlah yang besar karena berfungsi untuk
1. melarutkan zat makanan,
 2. Air juga untuk mengangkut zat makanan dari jaringan ke jaringan yang lain
3. untuk mengangkut zat sampah dari jaringan ke alat ekskresi 4. untuk menjaga stabilitas suhu tubuh.

 G. Zat Aditif
 • zat aditif makanan atau bahan tambahan makanan adalah bahan yang ditambahkan dengan sengaja ke dalam makanan dalam jumlah kecil,
 • Tujuan untuk memperbaiki penampakan, cita rasa, tekstur, dan memperpanjang daya simpan. Selain itu dapat meningkatkan nilai gizi seperti protein, mineral dan vitamin.
 • Bahan aditif makanan ada dua, yaitu bahan aditif makanan alami dan buatan atau sintetis.
 • Bahan aditif alami tidak mengganggu kesehatan, dan aditif sintesis dapat menggangu kesehatan
• Zat aditif sintesis yang berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping misalnya: gatal-gatal, dan kanker.
 • Macam-macam Zat Aditif : pewarna, penyedap rasa, aroma, penguat rasa, pemanis buatan, pengawet, anti oksidan, pengemulsi. pemantap, pengental, pemutih, pengatur keasaman, anti kempal dll
 1. Zat Pewarna
 • Adalah bahan yang dapat memberi warna pada makanan, sehingga makanan tersebut lebih menarik
 • Contoh : pewarna alami : Anato (orange) , Karamel (cokelat hitam), Beta karoten (kuning), Klorofil (hijau) • Contoh pewarna sintetik : Biru berlian (biru), Coklat HT (coklat), Eritrosit (merah), Hijau FCF (hijau)
2. Penyedap rasa dan aroma
 • Zat aditif ini dapat memberikan, menambah, mempertegas rasa dan aroma makanan.
• Penyedap rasa dan aroma yang banyak digunakan berasal dari golongan ester.
 • Contoh: Isoamil asetat (rasa pisang), isoamil valerat (rasa apel), butil butirat (rasa nanas), isobutil propionat (rasa rum)
 3. Penguat rasa (flavour echancer)
 • Bahan penguat rasa atau penyedap makanan yang paling banyak digunakan adalah MSG(Monosodium Glutamate) yang sehari-hari dikenal dengan nama vetsin.
 4. Zat pemanis buatan
 • Bahan ini tidak atau hampir tidak mempunyai nilai gizi, contohnya sakarin (kemanisannya 500xgula), dulsin (kemanisannya 250x gula), dan natrium siklamat (kemanisannya 50x gula) dan serbitol.
 5. Pengawet
 • Zat aditif ini dapat mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman atau penguraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme
• Contoh bahan pengawet dan penggunaannya:
 • Asam benzoat, natrium benzoat dan kalium benzoat, untuk minuman ringan, kecap, acar ketimun dalam botol dan saos. • Natrium nitrat (NaNo3), untuk daging olahan dan keju.
• Natrium nitrit (Na No2), untuk daging olahan, daging awetan dan kornet
 • Asam propionate, untuk roti dan sediaan keju olahan.
 5. Anti oksidan zat aditif ini dapat mencegah atau menghambat oksidasi.
 • Contoh:
• Asam askorbat (bentukan garam kalium, natrium, dan kalium), digunakan pada daging olahan,kaldu, dan buah kalengan.
 • Butil hidroksianisol (BHA), digunakan untuk lemak dan minyak makanan
 • Butil hidroksitoluen (BHT), digunakan untuk lemak, minyak makan, margarin dan mentega.
 6. Pengemulsi, pemantap, dan pengental
• Zat aditif ini dapat membantu pembentukan atau pemantapan sistem dispersi yang homogen pada makanan. • Contoh: agar-agar, gelatin, dan gom arab
 7. Pemutih dan pematang tepung
 • Zat aditif ini dapat mempercepat proses pemutihan atau pematangan tepung sehingga dapat memperbaiki mutu pemanggangan
• Contoh: Asam askorbat, aseton peroksida, dan kalium bromat
 8. Pengatur keasaman
 • Zat aditif ini dapat mengasamkan, menetralkan, dan mempertahankan derajat keasaman makanan.
 • Contoh: asam asetat, aluminium amonium sulfat, amonium bikarbonat, asam klorida,asam laktat, asam sitrat, asam tentrat, dan natrium bikarbonat.
 9. Anti kempal
 • Zat aditif ini dapat mencegah pengempalan makanan yang berupa serbuk.
 • Contoh: aluminiumsilikat (susu bubuk), dan kalsium aluminium silikat (garam meja)
 10. Pengeras
 • Zat aditif ini dapat memperkeras atau mencegah melunaknya makanan.
 • Contoh: aluminiumamonium sulfat (pada acar ketimun botol), dan kalium glukonat (pada buah kalangan) 11. Sekuestran Adalah bahan yang mengikat ion logam yang ada dalam makanan.
 • Contoh: asam fosfat (pada lemak dan minyak makan), kalium sitrat (dalam es krim)
 12. Penambah gizi
 • Zat aditif yang ditambahkan adalah asam amino, mineral, atau vitamin untuk memperbaiki gizi makanan.
 • Contohnya: Asam askorbat, feri fosfat, vitamin A, dan vitamin

D. KEBUTUHAN ENERGI UNTUK AKTIVITAS TUBUH
 • Energi yang digunakan aktivitas tubuh berasal dari pembakaran (oksidasi) zat-zat makanan.
 • Untuk mengukur jumlah energi yang dikeluarkan oleh tubuh digunakan alat kalorimeter.
 • Selain itu pengukuran dapat dilakukan dengan mengukur perbandingan banyaknya CO2 yang dihasilkan dan O2 yang diperlukan pada proses pembuatan energi.
• Jumlah kalori yang diperlukan oleh otot untuk melakukan berbagai aktivitas sebanding dengan aktivitas otot tersebut.
 • Contoh : duduk istirahat menggunakan 15 kalori/jam, bediri menggunakan 20 kalori/ jam, berjalan menggunakan 150 – 240 kalori/ jam, dan bersepeda menggunakan 180 – 600 kalori/ jam.

E.METABOLISME BASAL
 • Merupakan energi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam keadaan istirahat total dalam suhu lingkungan yang normal.
 • Energi tersebut diperlukan untuk memelihara proses hidup seperti aktivitas jantung, pernafasan, mempertahankan suhu tubuh.
 • Metabolisme basal dipengaruhi oleh luas permukaan tubuh, umur dan jenis kelamin.

F.  SISTEM PENCERNAAN MANUSIA
 • Proses pencernaan pada manusia dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
 1. Pencernaan mekanik, adalah proses pengubahan makanan dari bentuk kasar menjadi bentuk kecil atau halus. Proses ini dilakukan dengan menggunakan gigi di dalam mulut.
 2. Pencernaan kimiawi, adalah proses perubahan makanan dari zat yang kompleks menjadi zat-zat yang lebih sederhana dengan enzim, yang terjadi mulai dari mulut, lambung, dan usus.
 • Enzim adalah zat kimia yang dihasilkan oleh tubuh yang berfungsi mempercepat reaksi-reaksi kimia dalam tubuh.
 • proses pencernaan makanan meliputi hal-hal berikut.
 1. Ingesti: pemasukan makanan ke dalam tubuh melalui mulut.
 2. Mastikasi: proses mengunyah makanan oleh gigi.
3. Deglutisi: proses menelan makanan di kerongkongan.
 4. Digesti: pengubahan makanan menjadi molekul yang lebih sederhana dengan bantuan enzim, terdapat di lambung.
 5. Absorpsi: proses penyerapan, terjadi di usus halus.
 6. Defekasi: pengeluaran sisa makanan yang sudah tidak berguna untuk tubuh melalui anus.

 • Saat melakukan proses-proses pencernaan tersebut diperlukan serangkaian alat-alat pencernaan
 • Alat pencernaan makanan dibedakan atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan
1. Mulut
 • Makanan pertama kali masuk ke dalam tubuh melalui mulut.
• Makanan ini mulai dicerna secara mekanis dan kimiawi.
• Di dalam mulut terdapat beberapa alat yang berperan dalam proses pencernaan yaitu gigi, lidah, dan kelenjar ludah (glandula salivales).
 a. Gigi Pada manusia,
 • gigi berfungsi sebagai alat pencernaan mekanis, gigi membantu memecah makanan menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Hal ini akan membantu enzim-enzim pencernaan agar dapat mencerna makanan lebih efisien dan cepat.
 • Selama pertumbuhan dan perkembangan, gigi manusia mengalami perubahan, mulai dari gigi susu dan gigi tetap (permanen).
 • Gigi pertama pada bayi dimulai saat usia 6 bulan. Gigi pertama ini disebut gigi susu (dens lakteus).
• Pada anak berusia 6 tahun, gigi berjumlah 20, dengan susunan 1) Gigi seri (dens insisivus), berjumlah 8 buah, berfungsi memotong makanan.2) Gigi taring (dens caninus), berjumlah 4 buah, berfungsi merobek makanan.3) Gigi geraham kecil (dens premolare), berjumlah 8 buah, berfungsi mengunyah makanan.
• . Pada orang dewasa, gigi yang lengkap terdiri atas 32 buah yang disebut gigi permanen
• Struktur luar gigi terdiri atas bagian-bagian berikut :
 1) Mahkota gigi (corona) merupakan bagian yang tampak dari luar.
2) Akar gigi (radix) merupakan bagian gigi yang tertanam di dalam rahang.
 3) Leher gigi (colum) merupakan bagian yang terlindung oleh gusi.
 • Adapun penampang gigi dapat diperlihatkan bagian- bagiannya sebagai berikut :
1) Email (glazur atau enamel) merupakan bagian terluar gigi. Email merupakan struktur terkeras dari tubuh, mengandung 97% kalsium dan 3% bahan organik.
 2) Tulang gigi (dentin), berada di sebelah dalam email, tersusun atas zat dentin.
3) Sumsum gigi (pulpa), merupakan bagian yang paling dalam. Di pulpa terdapat kapiler, arteri, vena, dan saraf.
 4) Semen merupakan pelapis bagian dentin yang masuk ke rahang.

 b. Lidah
 • Lidah berfungsi untuk membantu mencampur dan menelan makanan, dan sebagai alat perasa makanan karena mengandung banyak reseptor pengecap atau perasa.
 • lidah dapat merasakan manis, asin, pahit, dan asam.
 • Letak setiap rasa berbeda-beda, yaitu:
a. rasa asin : lidah bagian tepi depan,
 b. rasa manis : lidah bagian ujung,
 c. rasa asam : lidah bagian samping ,
d. rasa pahit : lidah bagian belakang / pangkal lidah

 c. Kelenjar ludah
 • Terdapat tiga pasang kelenjar ludah di dalam rongga mulut, yaitu glandula parotis, glandula submaksilaris, dan glandula sublingualis atau glandula submandibularis.
 • Air ludah berperan penting dalam proses perubahan zat makanan secara kimiawi yang terjadi di dalam mulut.
 • Setelah makanan dilumatkan secara mekanis oleh gigi, air ludah ber- peran secara kimiawi dalam proses membasahi dan membuat makanan menjadi lembek agar mudah ditelan.
• Ludah terdiri atas air (99%) dan enzim amilase. Enzim ini menguraikan pati dalam makanan menjadi gula sederhana (glukosa dan maltosa).
 • Makanan yang telah dilumatkan dengan dikunyah dan dilunakkan di dalam mulut oleh air liur disebut bolus. • Bolus ini diteruskan ke sistem pencernaan selanjutnya.
2. Kerongkongan (Esofagus)
 • Kerongkongan merupakan saluran panjang (± 25 cm) yang tipis
 • Fungsi kerongkongan ini sebagai jalan bolus dari mulut menuju lambung.
 • Bergeraknya bolus dari mulut ke lambung melalui kerongkongan disebabkan adanya gerak peristaltik pada otot dinding kerongkongan.
 • Gerak peristaltik dapat terjadi karena adanya kontraksi otot secara bergantian pada lapisan otot yang tersusun secara memanjang dan melingkar.
 • Terdapat epiglotis yang mengatur makanan supaya saat menelan tidak masuk ke trakea dan pau-paru 3.
3.  Lambung (ventrikulus)
 • Lambung merupakan saluran pencernaan yang berbentuk seperti kantung, terletak di bawah sekat rongga badan.
 • Dilambung makanan dicerna secara mekanik dan kimia 
• lambung terdiri atas tiga bagian sebagai berikut, perhatikan gambar di bawah ini !
 a. Bagian atas disebut kardiak, merupakan bagian yang berbatasan dengan esofagus.
 b. Bagian tengah disebut fundus, merupakan bagian badan atau tengah lambung.
 c. Bagian bawah disebut pilorus, yang berbatasan dengan usus halus.
 • Daerah perbatasan antara lambung dan kerongkongan terdapat otot sfinkter kardiak yang secara refleks akan terbuka bila ada bolus masuk.
 • Sedangkan di bagian pilorus terdapat otot yang disebut sfinkter pilorus.
 • Makanan akan dicerna secara mekanik, apabila otot- otot ini berkontraksi, otot-otot tersebut menekan, meremas, dan mencampur bolus-bolus tersebut menjadi kimus (chyme).
• Sementara itu, pencernaan secara kimiawi dibantu oleh getah lambung.
 • Getah ini dihasilkan oleh kelenjar yang terletak pada dinding lambung di bawah fundus,
 • sedangkan bagian dalam dinding lambung menghasilkan lendir yang berfungsi melindungi dinding lambung dari abrasi asam lambung, dan dapat beregenerasi bila cidera.
 • Getah lambung ini dapat dihasilkan akibat rangsangan bolus saat masuk ke lambung.
 • Getah lambung mengandung bermacam-macam zat kimia, yang sebagian besar terdiri atas air.
 • Getah lambung juga mengandung HCl/asam lambung dan enzim-enzim pencernaan seperti renin, pepsinogen, dan lipase. Enzim renin dalam getah lambung berfungsi mengendapkan/ menggumpalkan kasein atau protein susu dari  air susu.
 • Asam lambung memiliki beberapa fungsi berikut :
 a. Mengaktifkan beberapa enzim yang terdapat dalam getah lambung, misalnya pepsinogen diubah menjadi pepsin. Enzim ini aktif memecah protein dalam bolus menjadi proteosa dan pepton yang mempunyai ukuran molekul lebih kecil.
 b. Menetralkan sifat alkali bolus yang datang dari rongga mulut.
 c. Mengubah kelarutan garam mineral.
 d. Mengasamkan lambung (pH turun 1–3), sehingga dapat membunuh kuman yang ikut masuk ke lambung bersama bolus.
 e. Mengatur membuka dan menutupnya katup antara lambung dan usus dua belas jari.
 f. Merangsang sekresi getah usus.
 • Lambung dalam suasana asam dapat merangsang pepsinogen menjadi pepsin.
• Pepsin ini berfungsi memecah molekul-molekul protein menjadi molekul- molekul peptida.
 • lipase berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
 • Selanjutnya, kimus akan masuk ke usus halus melalui suatu sfinkter pilorus yang berukuran kecil.
 • Apabila otot-otot ini berkontraksi, maka kimus didorong masuk ke usus halus sedikit demi sedikit.

 4. Usus halus (intestinum)
 • Usus halus merupakan saluran berkelok-kelok yang panjangnya sekitar 6–8 meter, lebar 25 mm dengan banyak lipatan yang disebut vili atau jonjot-jonjot usus.
 • Vili ini berfungsi memperluas permukaan usus halus yang berpengaruh terhadap proses penyerapan makanan.
 • Usus halus terbagi menjadi tiga bagian seperti berikut: a. duodenum (usus 12 jari), panjangnya ± 25 cm, b. jejunum (usus kosong), panjangnya ± 7 m, c. ileum (usus penyerapan), panjangnya ± 1 m.
 • Pada usus dua belas jari bermuara saluran getah pankreas dan saluran empedu.
 • Pankreas menghasilkan getah pankreas yang mengandung enzim-enzim sebagai berikut :
 a. Amilopsin (amilase pankreas) yaitu enzim yang mengubah zat tepung (amilum) menjadi gula lebih sederhana (maltosa).
 b. Steapsin (lipase pankreas) yaitu enzim yang mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
 c. Tripsinogen , jika belum aktif, maka akan diaktifkan menjadi tripsin, yaitu enzim yang mengubah protein dan pepton menjadi dipeptida dan asam amino yang siap diserap oleh usus halus.
• Empedu dihasilkan oleh hati dan ditampung di dalam kantung empedu.
 • Selanjutnya, empedu dialirkan melalui saluran empedu ke usus dua belas jari.
 • Empedu mengandung garam-garam empedu dan zat warna empedu (bilirubin).
 • Garam empedu berfungsi mengemulsikan lemak.
 • Zat warna empedu berwarna kecoklatan, dan dihasilkan dengan cara merombak sel darah merah yang telah tua di hati. • Zat warna empedu memberikan ciri warna cokelat pada feses.
• Selain enzim dari pankreas, dinding usus halus juga menghasilkan getah usus halus yang mengandung enzim-enzim sebagai berikut :
1. Maltase, berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa.
2. Laktase, berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
 3. Sukrase, berfungsi mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
4. Tripsin, berfungsi mengubah pepton menjadi asam amino.
 5. Enterokinase, berfungsi mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin.
 • Di dalam usus halus terjadi proses pencernaan kimiawi dengan melibatkan berbagai enzim pencernaan. Karbohidrat dicerna menjadi glukosa.
 • Lemak dicerna menjadi asam lemak dan gliserol,
 • protein dicerna menjadi asam amino.
 • Jadi, pada usus dua belas jari, seluruh proses pencernaan karbohidrat, lemak, dan protein diselesaikan. Selanjutnya, proses penyerapan (absorbsi) akan berlangsung di usus kosong dan sebagian besar di usus penyerap.
• Karbohidrat diserap dalam bentuk glukosa, lemak diserap dalam bentuk asam lemak dan gliserol, dan protein diserap dalam bentuk asam amino.
 • Vitamin dan mineral tidak mengalami pencernaan dan dapat langsung diserap oleh usus halus.
 • Struktur usus halus dapat dilihat pada gambar berikut ini.
• Proses penyerapan di usus halus ini dilakukan oleh villi (jonjot-jonjot usus).
 • Di dalam villi ini terdapat pembuluh darah, pembuluh kil (limfa), dan sel goblet.
• Di sini asam amino dan glukosa diserap dan diangkut oleh darah menuju hati melalui sistem vena porta hepatikus, sedangkan asam lemak bereaksi terlebih dahulu dengan garam empedu membentuk emulsi lemak. Emulsi lemak bersama gliserol diserap ke dalam villi.
Selanjutnya di dalam villi, asam lemak dilepaskan, kemudian asam lemak mengikat gliserin dan membentuk lemak kembali. Lemak yang terbentuk masuk ke tengah villi, yaitu ke dalam pembuluh kil (limfa).
 • Melalui pembuluh kil, emulsi lemak menuju vena sedang- kan garam empedu masuk ke dalam darah menuju hati dan dibentuk lagi menjadi empedu.
 • Bahan-bahan yang tidak dapat diserap di usus halus akan didorong menuju usus besar (kolon).

5. Usus besar (intestinum crasum)
  • yang terdiri dari usus tebal (colon) Pada usus besar, sisa makanan dibusukan oleh bacteri pengurai Escherichia coli. Bacteri ini juga menghasilkan vitamin K yang penting dalam proses pembekuan darah.
6. Poros usus (rektum)
  • Pada usus besar feses didorong dengan gerakan peristaltik yang teratur ke posos usus (rektum) untuk keluar dari tubuh (defekasi).
G. Gangguan dan kelainan pada sistem pencernaan
- Diare : defekasi terlalu sering dengan feses yang banyak mengandung air.
 - Sembelit (konstipasi) : defekasi berlangsung lambat karena usus besar mengabsorbsi air secara berlebihan sehingga feses menjadi kering dan keras.
- Tukak lambung (ulkus/ maag) : luka pada dinding lambung yang umumnya disebabkan oleh infeksi kuman bacteri tertentu atau makan makanan pedas berlebihan  
 - Peritonitis : peradangan pada selaput perut (peritonium).
 - Gastritis : peradangan dinding lambung yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme tertentu atau kelebihan asam dalam lambung.
 - Apendisitis (radang usus buntu) : usus buntu (apendiks) meradang dan membengkak karena infeksi.
 - Keracunan makanan : disebabkan oleh bacteri atau mikroorganisme tertentu yang terdapat pada makanan,

H. Sistem Pencernaan Hewan Ruminansia
- Makanan dari KERONGKONGAN akan masuk RUMEN yang berfungsi sebagai gudang sementara bagi makanan yang tertelan.
 - Di rumen terjadi pencernaan protein, polisakarida, dan fermentasi selulosa oleh enzim selulase yang dihasilkan oleh bakteri dan jenis protozoa tertentu.
 - Dari rumen, makanan akan diteruskan ke RETIKULUM dan di tempat ini makanan akan dibentuk menjadi gumpalan-gumpalan yang masih kasar (disebut bolus).  - Bolus akan Jimuntahkan kembali ke mulut untuk dimamah kedua kali.
 - Dari mulut makanan akan ditelan kembali untuk diteruskan ke OMASUM. Pada omasum terdapat kelenjar yang memproduksi enzim yang akan bercampur dengan bolus.
 - Akhirnya bolus akan diteruskan ke ABOMASUM, yaitu perut yang sebenarnya dan di tempat ini masih terjadi proses pencernaan bolus secara kimiawi oleh enzim.
Jadi urutan sistem pencernaan pada hewan ruminansia adalah : mulut , kerongkongan (esofagus), rumen,retikulum,omasum, abomasum

I. Uji Kandungan Bahan Makanan
a. Tujuan
  • Menguji kandungan karbohidrat, gula, protein, dan lemak, pada jenis makanan tertentu. 
b. Alat dan Bahan
  • Tabung reaksi Pipet Pemanas air/water batch Bunsen Mortar dan alat tumbuk Larutan Benedict / Fehling A / Fehling B Larutan Iodine / kalium iodide Larutan Biuret / Millon / Mollisch Larutan NaOH 30% Larutan HNO3 pekat Sudan III / kertas buram 
  • Bahan makanan: tahu, tempe, pisang, roti, mentega, dan mie yang telah ditumbuk halus, lalu dimasukkan ke dalam air
c. Langkah Kerja
 1. Uji Benedict / Fehling A / Fehling B (uji gula / glukosa)
  • Masukkan 5 ml reagen Benedict ke dalam tabung reaksi, kemudian tambahkan 0,5 ml larutan hasil penggerusan bahan makanan!
  • Panaskan tabung dalam water bath (70 °C) selama 5 menit lalu dinginkan! 
  • Amatilah perubahan yang terjadi dalam tabung! 
  • Bila dalam makanan terdapat gula, maka terbentuk endapan merah bata.
2. Uji Iodin (uji karbohidrat / amilum)
  • Masukkan 5 ml larutan hasil penggerusan bahan makanan karbohidrat/amilum ke dalam tabung reaksi! Tambahkan dua tetes larutan Iod dan amati perubahan yang terjadi dalam tabung! 
  • Bila larutan warna berubah menjadi hitam atau kebiruan, maka bahan makanan yang diuji mengandung karbohidrat.
3. Uji Biuret (protein)
  • Tambahkan 2 ml larutan biuret (larutan KOH 5 % + larutan CUSO4 5 %) kedalam larutan putih telur. Terjadi perubahan warna larutan putih telur menjadi ungu. 
  • Perubahan warna ungu pada larutan putih telur menunjukkan larutan tersebut mengandung protein 
  • Jika menggunakan Millon: tambahkan 2 ml larutan millon kedalan 2 ml larutan putih telur. 
  • Panaskan larutan dalam air mendidih. Terjadi perubahan warna larutan putih telur menjadi merah.
  • Perubahan warna larutan menjadi merah menunjukkan larutan putih telur mengandung protein
4. Tes kandungan lemak
  • Teteskan 3 tetes minyak di atas kertas saring/kertas buram. Kertas saring menjadi transparan. Itu bukti kandungan lemak/minyak. 
  • Jika menggunakan Sudan III: Tambahkan 2 ml larutan sudan III kedalam larutan minyak. Terbentuk lapisan berwarna merah pada permukaan larutan. Lapisan berwarna merah pada permukaan larutan menunjukkan kandungan lemak dalam larutan







daftar rujukan (sumber) :

1. http://softilmu.blogspot.com/2013/07/jenis-vitamin-dan-fungsi-nya.html 2.http://biologigonz.blogspot.com/2009/12/pencernaan-makanan-lengkap.html 3.http://www.organisasi.org/1970/01/pengertian-dan-definisi-vitamin-fungsi-guna-sumber-akibat-kekurangan-macam-dan-jenis-vitamin.html 4.http://yukiberbagisehat.blogspot.com/2012/12/apa-itu-mineral-dan-manfaat-mineral.html 4.http://www.academia.edu/4394523/Dampak_Negatif_Penggunaan_Zat_Aditif_pada_Makanan 5.http://id.wikipedia.org/wiki/Aditif_makanan 7.http://johnsonhutagaol.guru-indonesia.net/artikel_detail-21755.html 8.http://zaifbio.wordpress.com/2010/01/13/sistem-pencernaan-manusia/ . 6.http://bebas.ui.ac.id/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0064%20Bio%202-5b.htm 7.http://wandylee.wordpress.com/2012/03/14/pencernaan-manusia/
8.https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRVsP5tKZ6yuIY_Su8C3BIUaHQS2Cg7vQB5G6W3_qfTsINYAuWm
9. http://admin.harunyahya.com/indo/anak/tubuhkita05.html
10.http://www.praktikumbiologi.com/2011/10/uji-kandungan-bahan-makanan.html

Sumber :  http://fitri-smanda2.blogspot.co.id/2014/01/bab-6-sistem-pencernaan-makanan.html#

Sistem Ekskresi Pada Manusia

Ekskresi

(Selengkapnya baca artikel tentang Sistem Ekskresi Pada Manusia)
Eksresi adalah proses pengeluaran zat sisa metabolisme baik berupa zat cair dan zat gas. Zat-zat sisa zat sisa itu berupa urine(ginjal), keringat(kulit), empedu(hati), dan CO2(paru-paru). Zat-zat ini harus dikeluarkan dari tubuh karena jika tidak dikeluarkan akan mengganggu bahkan meracuni tubuh. Selain ekskresi, ada juga defekasi dan sekresi. Defekasi adalah pengeluaran zat sisa hasil proses pencernaan berupa feses(tinja) melalui anus. Sedangkan sekresi adalah pengeluaran oleh sel dan kelenjar yang berupa getah dan masih digunakan oleh tubuh untuk proses lainnya seperti enzim dan hormon.

Ginjal


bagian-bagian dan anatomi ginjal dalam bahasa indonesia
(Selengkapnya baca artikel tentang Detail Ginjal)
Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di rongga perut sebelah kanan dan kiri ruas tulang belakang. Letak ginjal sebelah kiri lebih tinggi dari ginjal sebelah kanan. Itu karena di atas ginjal sebelah kanan terdapat hati yang berukuran besar. Bentuk ginjal seperti biji kacang berwarna merah keunguan dengan panjang sekitar 10 cm dan berat sekitar 200 gram. Ginjal dibungkus oleh semacam selaput tipis yang disebut ‘kapsul’.
Fungsi ginjal:

(Selengkapnya baca artikel tentang 10 Fungsi Ginjal)
  • Menyaring zat-zat sisa metabolisme dari dalam darah yang dikeluarkan dalam bentuk urin.
  • Mempertahankan dan mengatur keseimbangan air dalam tubuh.
  • Menjaga tekanan osmosis dengan cara mengatur konsentrasi garam dalam tubuh.
  • Mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dengan cara mengeluarkan kelebihan asam atau basa melalui urin.
  • Mengeluarkan sisa-sisa metabolisme seperti urea, kreatinin, dan amonia melalui urine.
Bagian-bagian ginjal:

(Selengkapnya baca artikel tentang 20 Bagian-Bagian Ginjal)
  1. Korteks(kulit ginjal), terdapat jutaan nefron yang terdiri dari badan malphigi. Badan malphigi tersusun atas glomerulus yang diselubungi kapsula Bowman dan tubulus(saluran) yang terdiri dari tubulus kontortus proksimal, tubulus kontortus distal, dan tubulus kolektivus.
  2. Medula(sumsum ginjal), terdiri atas beberapa badan berbentuk kerucut(piramida). Di sini terdapat lengkung henle yang menghubungkan tubulus kontortus proksimal dan tubulus kontortus distal.
  3. Rongga ginjal(pelvis), merupakan tempat bermuaranya tubulus yaitu tempat penampungan urin sementara yang akan dialirkan menuju kandung kemih melalui ureter dan dikeluarkan dari tubuh melalui uretra.
Proses pembentukan urine dalam bentuk skema:
Darah dari aorta menuju glomerulus(filtrasi atau penyaringan) protein tetap berada di pembuluh darah dan terbentuk urin primer yang mengandung air, garam, asam amino, glukosa dan urea >>> tubulus kontortus proksimal(reabsorpsi atau penyerapan kembali) menyerap glukosa, garam, air, dan asam amino. Terbentuk urin sekunder yang mengandung urea >>> tubulus kontortus distal(augmentasi atau pengeluaran zat) melepaskan zat-zat yang tidak berguna atau berlebihan ke dalam urin dan terbentuk urin sebenarnya >>> tubulus kolektivus >>> rongga ginjal >>> ureter >>> kandung kemih >>> uretra >>> urine keluar tubuh.
(untuk lebih jelasnya, lihat selengkapnya dalam gambar bagian-bagian dan anatomi ginjal)
Jadi, pembentukan urine dibagi menjadi 3 tahap, yaitu filtrasi(penyaringan), reabsorpsi(penyerapan kembali), dan augmentasi(pengeluaran zat).
Zat-zat yang terkandung dalam urin:
  • Air. Kurang lebih 95%.
  • Urea, asam urat, dan amonia dan merupakan sisa pembongkaran protein.
  • Empedu yang memberikan warna kuning pada urine.
  • Garam.
  • Zat yang bersifat racun atau berlebihan lainnya.
Faktor yang memengaruhi jumlah urine yang keluar:
  1. Jumlah air yang diminum.
  2. Banyaknya garam yang harus dikeluarkan dari darah agar osmosisnya seimbang.
  3. Pengaruh hormon antidiuretik(ADH) atau hormon vasopresin. Yaitu hormon yang mengatur kadar air dalam darah.
  4. Iklim/musim/cuaca. Ketika musim hujan(dingin) produksi urin berlebihan, ketika musim kemarau(panas) produksi urin berkurang.
  5. Stimulus atau saraf.
Gangguan dan kelainan pada ginjal:
1. Uremia tertimbunnya urea dalam darah sehingga mengakibatkan keracunan.
2. Albuminuria urine mengandung albumin(protein) yang disebabkan oleh kerusakan pada glomerulus.
3. Diabetes insipidus penyakit kekurangan hormon vasopresin atau hormon antidiuretik(ADH) yang mengakibatkan hilangnya kemampuan mereabsorpsi cairan. Akibatnya, penderita bisa mengeluarkan urine berlimpah mencapai 20 liter.
4. Diabetes melitus terdapat glukosa dalam urine. Terjadi karena menurunnya hormon insulin yang dihasilkan pankreas.
5. Nefritis gangguan pada ginjal karena infeksi bakteri streptococcus sehingga protein masuk ke dalam urine.
6. Batu ginjal adanya endapan garam kalsium di dalam kantong kemih
7. Gagal ginjal ginjal tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik sehingga harus dibantu dengan cuci darah atau cangkok ginjal.
8. Hematuria urin mengandung darah karena adanya kerusakan pada glomerulus.

Kulit

Kulit merupakan salah satu alat ekskresi. Karena kulit mengeluarkan keringat. Keringat keluar melalui pori-pori kulit. Keringat mengandung air dan garam-garam mineral.
Fungsi kulit:
  • Alat pengeluaran(ekskresi) dalam bentuk keringat.
  • Pelindung tubuh dari gangguan fisik(sinar, tekanan, dan suhu), gangguan biologis(jamur), dan gangguan kimiawi.
  • Mengatur suhu badan.
  • Tempat pemberntukan vitamin D dari provitamin D dengan bantuan sinar matahari.
  • Tempat menyimpan kelebihan lemak.
  • Sebagai indra peraba.
Bagian-bagian kulit:

(Selengkapnya baca artikel tentang Gambar Anatomi Kulit Berbahasa Indonesia)

bagian-bagian dan anatomi kulit dalam bahasa indonesia1. Epidermis(lapisan kulit ari)

Merupakan bagian terluar yang sangat tipis. Bagian ini terdiri dari dua lapisan, yaitu:
a. Lapisan tanduk/stratum korneum
  • Lapisan paling luar dan tersusun dari sel yang telah mati.
  • Mudah terkelupas.
  • Tidak memiliki pembuluh darah dan syaraf sehingga tidak terasa sakit dan tidak mengeluarkan darah bila lapisan ini mengelupas.
b. Lapisan malpighi
  • Tersusun dari sel-sel hidup.
  • Terdapat pigmen yang memberikan warna kulit dan melindungi dari sinar matahari.
  • Terdapat ujung syaraf.

2. Dermis(lapisan kulit jangat)

Lapisan dermis lebih tebal dibandingkan lapisan epidermis. Di lapisan ini terdapat bagian-bagian berikut:
  • Pembuluh darah untuk mengangkut zat-zat makanan ke rambut.
  • Kelenjar keringat menghasilkan keringat yang dikeluarkan melalui pori-pori kulit.
  • Ujung syaraf. Yang terdiri dari korpuskulus pacini(reseptor tekanan), korpuskulus meissner’s(reseptor raba/sentuhan), korpuskulus ruffini(reseptor panas), reseptor rasa nyeri, dan korpuskulus krause(reseptor dingin).
  • Kelenjar minyak. Menghasilkan minyak yang berfungsi untuk meminyaki rambut dan kulit agar tidak kering.
  • Kantong rambut merupakan tempat tertanamnya akar rambut.

3. Jaringan bawah kulit(subkutaneus)

Pada jaringan ini terdapat lemak yang berfungsi menahan panas tubuh dan melindungi tubuh bagian dalam dari benturan.
(untuk lebih jelasnya, lihat selengkapnya dalam gambar bagian-bagian dan anatomi kulit)
Faktor-faktor pemicu keringat:
  1. Peningkatan aktifitas tubuh
  2. peningkatan suhu lingkungan
  3. guncangan emosi
  4. syaraf
Gangguan pada kulit:
(Selengkapnya baca artikel tentang Beberapa Macam Penyakit Kulit)
  1. Jerawat merupakan gangguan pada kelenjar minyak yang umumnya dialami oleh anak remaja.
  2. Scabies atau kudis merupakan penyakit kulit karena tungau(Sarcoptes scabies).
  3. Pruvitus kutanea merupakan penyakit kulit dengan gejala timbul rasa gatal yang dipicu oleh iritasi saraf sensorik perifer.
  4. Eksim atau alergi merupakan penyakit kulit karena infeksi atau iritasi bahan luar yang termakan atau menyentuh kulit.
  5. Gangren adalah kelainan pada kulit yang disebabkan oleh matinya sel-sel jaringan tubuh. Ini disebabkan oleh suplai darah yang buruk di bagian tertentu salah satunya akibat penekanan pada pembuluh darah tertentu(seperti balutan yang terlalu ketat).

Paru-Paru

(Selengkapnya baca artikel tentang Sistem Pernapasan Pada Manusia dan Paru-Paru)
bagian-bagian dan anatomi paru-paru dalam bahasa indonesiaParu-paru juga merupakan salah satu alat ekskresi. Karena paru-paru mengeluarkan gas CO2 dan uap air.
Fungsi paru-paru:
(Selengkapnya baca artikel tentang 10 Fungsi Paru-Paru)
Paru-paru berfungsi sebagai pertukaran oksigen dan karbondioksida yang tidak dibutuhkan tubuh. Selain itu masih banyak lagi fungsi paru-paru diantaranya penjaga keseimbangan asam basa tubuh. bila terjadi acidosis, maka tubuh akan mengkompensasi dengan mengeluarkan banyak karbondioksida yang bersifat asam ke luar tubuh.
Gangguan pada paru-paru:
  • Asma atau sesak nafas. Disebabkan alergi terhadap benda-benda asing yang masuk hidung.
  • Kanker paru-paru. Disebabkan oleh kebiasaan merokok atau terlalu banyak menghirup debu asbes, kromium, produk petroleum, dan radiasi ionisasi yang memengaruhi pertukaran das di paru-paru.
  • Emfisema adalah penyakit pembengkakan alveolus yang menyebabkan saluran pernafasan menyempit.

Hati

bagian-bagian dan anatomi hati dalam bahasa indonesiaHati merupakan salah satu alat ekskresi karena hati mengeluarkan urea dan amonia ke luar tubuh. Hati terletak di rongga perut bagian kanan di bawah diafragma. Hati berwarna merah tua kecoklatan dengan berat sekitar 2 kg.
(Selengkapnya baca artikel tentang Bagian-Bagian Alat Ekskresi Hati)
Fungsi hati:
  • Menyimpan glikogen(gula otot) yang merupakan hasil pengubahan dari glukosa karena hormon insulin.
  • Menetralkan racun.
  • Membentuk protrombin(untuk pembekuan darah).
  • Tempat pengubahan provitamin A menjadi vitamin A.
  • Tempat pembentukan urea dan amonia yang berasal dari pemecahan protein yang rusak yang selanjutnya dikeluarkan dari tubuh melalui urin.
  • Tempat pembentukan sel darah merah pada janin.
  • Sebagai organ ekskresi yang bertugas merombak eritrosit(sel darah merah).
Gangguan pada hati:
  1. Penyakit wilson merupakan penyakit keturunan dengan kadar zat tembaga dalam tubuh yang berlebihan sehingga mengakibatkan gangguan fungsi hati.
  2. Hepatitis merupakan radang atau pembengkakan hati.
  3. Sirosis merupakan penyakit hati yang kronis dan mengakibatkan guratan pada hati sehingga hati menjadi tidak berfungsi.
Belajar lebih menyenangkan dan mudah di Materi Pelajaran dari HdSBlog.

Sumber :  http://hedisasrawan.blogspot.co.id/2012/07/sistem-ekskresi-pada-manusia-rangkuman.html

Selasa, 13 September 2016

Dinamika Gerak Lurus

DINAMIKA GERAK LURUS
Pada modul 2 kita telah membahas gerak benda yang dinyatakan dalam kecepatan dan percepatan (tanpa memperhatikan penyebab terjadinya gerak tersebut). Sekarang yang menjadi pertanyaan, mengapa benda-benda dapat bergerak? Apa yang membuat benda yang pada mulanya diam mulai bergerak? Apa yang mempercepat atau memperlambat benda? Kita dapat menjawab setiap pertanyaan tersebut dengan mengatakan bahwa untuk melakukan itu semua diperlukan sebuah gaya. Pada modul ini, kalian akan menyelidiki hubungan antara gaya dan gerak. Sebelum kalian mempelajari tentang dinamika ini, pertama kita akan membahas konsep gaya secara kualitatif.
A. Pengertian Gaya
Gaya adalah suatu tarikan atau dorongan yang dapat menimbulkan perubahan gerak. Dengan demikian jika benda ditarik/didorong maka pada benda bekerja gaya dan keadaan gerak benda dapat berubah. Gaya adalah penyebab gerak. Gaya termasuk besaran vektor, karena gaya mempunyai besar dan arahnya. Ketika seseorang mendorong mobil yang mogok, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.1, orang tersebut memberikan gaya pada mobil itu. Pada olah raga bulu tangkis, sebuah gaya diberikan atlet pada bola sehingga menyebabkan bola berubah arah gerak.
Ketika sebuah mesin mengangkat lift, atau martil memukul paku, atau angin meniup daun-daun pada sebuah pohon, berarti sebuah gaya sedang diberikan. Kita katakan bahwa sebuah benda jatuh karena gaya gravitasi. Jadi, gaya dapat menyebabkan perubahan pada benda, yaitu perubahan bentuk, sifat gerak benda, kecepatan, dan arah gerak benda. Di sisi lain, gaya tidak selalu menyebabkan gerak. Sebagai contoh, jika kalian mendorong tembok dengan sekuat tenaga, tetapi tembok tetap tidak bergerak. Sebuah gaya memiliki nilai dan arah, sehingga merupakan vektor yang mengikuti aturan-aturan penjumlahan vektor yang telah dibahas pada pada bab 1.
Untuk mengukur besar atau kekuatan gaya, dapat dilakukan dengan menggunakan neraca pegas, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.2.
B. Jenis-Jenis Gaya
Gaya merupakan dorongan atau tarikan yang akan mempercepat atau memperlambat gerak suatu benda. Pada kehidupan sehari-hari gaya yang Anda kenal biasanya adalah gaya langsung. Artinya, sesuatu yang memberi gaya berhubungan langsung dengan yang dikenai gaya. Selain gaya langsung, juga ada gaya tak langsung. Gaya tak langsung merupakan gaya yang bekerja di antara dua benda tetapi kedua benda tersebut tidak bersentuhan. Contoh gaya tak langsung adalah gaya gravitasi. Pada subbab ini Anda akan mempelajari beberapa jenis gaya, antara lain, gaya berat, gaya normal, dan gaya gesekan.
1. Gaya Berat
Pada kehidupan sehari-hari, banyak orang yang salah mengartikan antara massa dengan berat. Misalnya, orang mengatakan “Doni memiliki berat 65 kg”. Pernyataan orang tersebut keliru karena sebenarnya yang dikatakan orang tersebut adalah massa Doni. Anda harus dapat membedakan antara massa dan berat. Massa merupakan ukuran banyaknya materi yang dikandung oleh suatu benda. Massa (m) suatu benda besarnya selalu tetap dimanapun benda tersebut berada, satuannya kg. Berat(w) merupakan gaya gravitasi bumi yang bekerja pada suatu benda. Satuan berat adalah Newton (N). Hubungan antara massa dan berat dijelaskan dalam hukum II Newton. Misalnya, sebuah benda yang bermassa m dilepaskan dari ketinggian tertentu, maka benda tersebut akan jatuh ke bumi. Jika gaya hambatan udara diabaikan, maka gaya yang bekerja pada benda tersebut hanyalah gaya gravitasi (gaya berat benda). Benda tersebut akan mengalami gerak jatuh bebas dengan percepatan ke bawah sama dengan percepatan gravitasi. Jadi, gaya berat(w) yang dialami benda besarnya sama dengan perkalian antara massa (m) benda tersebut dengan percepatan gravitasi (g) di tempat itu. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut.
Keterangan :
w : gaya berat (N)
m : massa benda (kg)
g : percepatan gravitasi (ms-2)
2. Gaya Normal
Anda ketahui bahwa benda yang dilepaskan pada ketinggian tertentu akan jatuh bebas. Bagaimana jika benda tersebut di letakkan di atas meja, buku misalnya? Mengapa buku tersebut tidak jatuh? Gaya apa yang menahan buku tidak jatuh? Gaya yang menahan buku agar tidak jatuh adalah gaya tekan meja pada buku. Gaya ini ada karena permukaan buku bersentuhan dengan permukaan meja dan sering disebut gaya normal. Gaya normal (N) adalah gaya yang bekerja pada bidang yang bersentuhan antara dua permukaan benda, yang arahnya selalu tegak lurus dengan bidang sentuh. Jadi, pada buku terdapat dua gaya yang bekerja, yaitu gaya normal (N) yang berasal dari meja dan gaya berat(w). Kedua gaya tersebut besarnya sama tetapi berlawanan arah, sehingga membentuk keseimbangan pada buku. Ingat, gaya normal selalu tegak lurus arahnya dengan bidang sentuh. Jika bidang sentuh antara dua benda adalah horizontal, maka arah gaya normalnya adalah vertikal. Jika bidang sentuhnya vertikal, maka arah gaya normalnya adalah horizontal. Jika bidang sentuhya miring, maka gaya normalnya juga akan miring. Perhatikan Gambar 4.6.
3. Gaya Gesekan
Jika Anda mendorong sebuah almari besar dengan gaya kecil, maka almari tersebut dapat dipastikan tidak akan bergerak (bergeser). Jika Anda mengelindingkan sebuah bola di lapangan rumput, maka setelah menempuh jarak tertentu bola tersebut pasti berhenti. Mengapa hal-hal tersebut dapat terjadi? Apa yang menyebabkan almari sulit di gerakkan dan bola berhenti setelah menempuh jarak tertentu? Gaya yang melawan gaya yang Anda berikan ke almari atau gaya yang menghentikan gerak bola adalah gaya gesek. Gaya gesek adalah gaya yang bekerja antara dua permukaan benda yang saling bersentuhan. Arah gaya gesek berlawanan arah dengan kecenderungan arah gerak benda. Untuk benda yang bergerak di udara, gaya geseknya bergantung pada luas permukaan benda yang bersentuhan dengan udara. Makin besar luas bidang sentuh, makin besar gaya gesek udara pada benda tersebut sedangkan untuk benda padat yang bergerak di atas benda padat, gaya geseknya tidak tergantung luas bidang sentuhnya. Gaya gesekan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu gaya gesekan statis dan gaya gesekan kinetis. Gaya gesek statis (fs) adalah gaya gesek yang bekerja pada benda selama benda tersebut masih diam. Menurut hukum I Newton, selama benda masih diam berarti resultan gaya yang bekerja pada benda tersebut adalah nol. Jadi, selama benda masih diam gaya gesek statis selalu sama dengan yang bekerja pada benda tersebut. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut.
Keterangan:
fs : gaya gesekan statis maksimum (N)
s: koefisien gesekan statis
Gaya gesek kinetis (fk) adalah gaya gesek yang bekerja pada saat benda dalam keadaan bergerak. Gaya ini termasuk gaya dissipatif, yaitu gaya dengan usaha yang dilakukan akan berubah menjadi kalor. Perbandingan antara gaya gesekan kinetis dengan gaya normal disebut koefisien gaya gesekan kinetis (ms). Secara matematis dapat di tulis sebagai berikut.
Keterangan:
fk : gaya gesekan kinetis (N)
k: koefisien gesekan kinetis
C. Hukum-Hukum Newton
Dalam modul ini, Anda akan mempelajari hukum gerak Newton secara berurutan. Hukum pertama, memperkenalkan konsep kelembaman yang telah diusulkan sebelumnya oleh Galileo. Hukum kedua, menghubungkan percepatan dengan penyebab percepatan, yakni gaya. Hukum ketiga, merupakan hukum mengenai aksi-reaksi. Newton menuliskan ketiga hukum geraknya dalam sebuah buku yang terpenting sepanjang sejarah, yakni Philosophiae Naturalis Principia Mathematica, yang dikenal sebagai principia.
1. Hukum I Newton
Pada prinsipnya, benda yang diam akan tetap diam sebelum ada gaya yang menarik atau mendorongnya sehingga dapat bergerak. Demikian juga pada benda yang sedang bergerak dengan kecepatan konstan akan tetap bergerak dengan kecepatan konstan dan akan dapat berhenti jika ada gaya yang melawan gerak tersebut. Keadaan ini disimpulkan oleh Newton sebagai berikut.
“ Jika resultan gaya pada suatu benda sama dengan nol, maka benda yang diam akan tetap diam dan benda yang bergerak akan tetap bergerak dengan kecepatan tetap”
Pernyataan di atas dikenal sebagai Hukum Pertama Newton. Kecenderungan benda mempertahankan keadaannya, yaitu diam atau bergerak dengan kelajuan konstan dalam garis lurus, disebut kelembaman atau inersia. Oleh karena itu, Hukum Pertama Newton disebut juga sebagai hukum Kelembaman. Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut.
Ukuran kuantitas kelembaman suatu benda adalah massa. Setiap benda memiliki tingkat kelembaman yang berbeda-beda. Makin besar massa suatu benda, makin besar kelembamannya. Saat mengendarai sepeda motor Anda bisa langsung memperoleh kelajuan besar dalam waktu singkat. Namun, saat Anda naik kereta, tentu memerlukan waktu yang lebih lama untuk mencapai kelajuan yang besar. Hal itu terjadi karena kereta api memiliki massa yang jauh lebih besar daripada massa sepeda motor.
2. Hukum II Newton
Hukum I Newton hanya membahas benda yang tidak dikenai gaya dari luar, artinya benda tidak mengalami percepatan. Bagaimana jika suatu benda mendapat gaya dari luar atau pada benda tersebut bekerja beberapa gaya yang resultannya tidak sama dengan nol? Pada kondisi ini benda mengalami perubahan percepatan.
Misalkan Anda mendorong sebuah kotak di atas lantai licin (gaya gesek diabaikan) dengan gaya F, ternyata dihasilkan percepatan sebesar a. Saat gaya dorong terhadap kotak Anda perbesar menjadi dua kali semula (2F), ternyata percepatan yang dihasilkan juga dua kali semula (2a). Ketika gaya dorong Anda tingkatkan menjadi tiga kali semula (3F), ternyata percepatan yang dihasilkan juga menjadi tiga kali semula (3a). Jadi, dapat disimpulkan bahwa percepatan berbanding lurus dengan besarnya resultan gaya yang bekerja pada suatu benda (a ~ f).
Sekarang, taruhlah sebuah kotak (dengan massa sama) di atas kotak yang tadi Anda dorong (massa kotak menjadi 2 kali semula (2m)). Ternyata dengan gaya F dihasilkan percepatan yang besarnya setengah percepatan semula (1/2 a). Kemudian tambahkan lagi sebuah kotak (dengan massa sama) di atas kotak yang tadi Anda dorong (massa menjadi 3 kali semula). Ternyata dengan gaya F dihasilkan percepatan yang besarnya sepertiga percepatan semula (1/3 a). Jadi, dapat disimpulkan bahwa percepatan berbanding
terbalik dengan massa benda (a ~ 1/m).
Berdasarkan dua kesimpulan tersebut Newton menggabungkannya menjadi sebuah pernyataan, yang dikenal dengan hukum II Newton, yaitu “Percepatan yang dihasilkan oleh resultan gaya yang bekerja pada suatu benda berbanding lurus dengan resultan gaya, dan berbanding terbalik dengan massa benda”. Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut.
Keterangan:
a : percepatan benda (ms-2)
F : resultan gaya yang bekerja pada benda (N)
m : massa benda (kg)
Kerjakanlah sebagai latihan!
1. Sebuah bola bermassa 0,5 kg ditedang oleh sebuah gaya sehingga bergerak dengan percepatan 2 m/s2. Tentukan besar gaya yang bekerja pada bola tersebut!
2. Sebuah kertas kardus dengan massa 0,3 kg ditendang dengan gaya 10 N oleh seseorang. Tentukan percepatan yang dialami oleh kardus tersebut!
3. Sebuah benda ditendang dengan gaya 20 N sehingga bergerak dengan percepatan 4 m/s2. Tentukan massa benda tersebut!
3. Hukum III Newton
Gaya selalu muncul berpasangan. Ketika Anda memukul pasak kayu menggunakan palu, pasak akan memberikan gaya kepada palu. Demikian pula, ketika Anda berjalan di atas lantai, Anda memberikan gaya pada lantai melalui telapak kaki atau alas sepatu Anda maka lantaipun memberikan gaya pada telapak kaki atau alas sepatu Anda sebagai reaksi terhadap gaya yang Anda berikan. Dengan kata lain, ketika suatu benda memberikan gaya pada benda lainnya, benda kedua akan memberikan gaya yang sama dan berlawanan arah pada benda pertama. Pernyataan di atas dikenal sebagai Hukum Ketiga Newton. Sifat pasangan gaya aksi-reaksi besarnya selalu sama, segaris, saling berlawanan arah, dan bekerja pada benda yang berbeda. Secara matematis hukum III Newton dapat di tulis sebagai berikut.
Contoh lain yang menunjukkan gaya aksi reaksi adalah ketika Anda berjalan di atas lantai. Saat berjalan, kaki Anda menekan lantai ke belakang (aksi). Sebagai reaksi, lantai mendorong telapak kaki Anda ke depan sehingga Anda dapat berjalan. Pernahkah Anda memperhatikan tank yang sedang menembak? Pada saat menembakkan peluru, tank mendorong peluru ke depan (aksi). Sebagai reaksi, peluru mendorong tank ke belakang sehingga tank terdorong ke belakang. Gaya aksi-reaksi inilah yang menyebabkan tank terlihat tersentak ke belakang sesaat setelah memuntahkan peluru.
C. Penerapan Hukum Newton
Pada kehidupan sehari-hari Anda pasti dapat menemui contoh penerapan hukum-hukum Newton. Dalam subbab ini Anda akan membahas beberapa contoh penerapan hukum-hukum Newton. Misalnya pada gerak lurus, gerak vertikal, dan gerak melingkar beraturan. Untuk menyelesaikan permasalahan yang menggunakan hukum I dan II Newton pada suatu benda, ada beberapa catatan. Pertama, gambarlah diagram secara terpisah yang menggambarkan semua gaya yang bekerja pada benda tersebut (gambar diagram bebas). Kedua, gaya yang searah dengan perpindahan benda dianggap positif, sedangkan gaya yang berlawanan arah dengan perpindahan benda dianggap negatif.
1. Gerak Benda pada Bidang Datar
2. Gerak Dua Benda yang Bersentuhan
3. Gerak Benda pada Bidang Miring
4. Gerak Benda yang Dihubungkan dengan Katrol
5. Gaya Tekan Kaki pada Lantai Lift
Rangkuman
1. Elastisitas adalah kemampuan suatu benda untuk kembali ke bentuk awalnya segera setelah gaya luar yang diberikan kepadanya dihilangkan. Benda yang memiliki elastisitas disebut benda elastis, sedangkan benda yang tidak memiliki elastisitas disebut benda plastis.
2. Tegangan (stress) didefinisikan sebagai perbandingan antara gaya yang bekerja pada benda dengan luas penampang benda.
3. Regangan (strain) adalah perbandingan antara pertambahan panjang dengan panjang mula-mula.
4. Menurut Hukum Hooke, besarnya pertambahan panjang benda pada daerah elastisitas sebanding dengan gaya yang bekerja pada benda.
F = k.x.
5. Konstanta pegas total secara seri dirumuskan.
6. Konstanta pegas total secara paralel dirumuskan.
kparalel = k1 + k2 + k3 +. . .
7. Modulus elastisitas atau modulus Young adalah perbandingan antara tegangan dan regangan:
Tes
1. Apakah yang terjadi jika sebuah karet gelang terus kita tarik dengan kedua tangan? Mengapa?
2. Sebuah timbangan pegas yang memiliki konstanta pegas 1000 N/m dan panjangnya 0,2 m digantungkan pada ketinggian 1 m dari tanah. Timbangan tersebut kemudian digunakan untuk menimbang beban seberat 20 kg dan memiliki panjang 0,1 m. Ketika beban yang ditimbang tersebut digantungkan, kira-kira beban tersebut menyentuh tanah atau tidak? (g = 10 m/s2)
3. Terdapat dua buah sepeda motor. Sepeda motor pertama dipasangi dua buah shockbreaker yang mempunyai konstanta pegas sama yaitu 200 N/m. Panjang shockbreaker tersebut adalah 30 cm. Sepeda motor kedua dipasangi dua buah shockbreaker yang mempunyai konstanta pegas sama yaitu 150 N/m. Panjang shockbreaker tersebut adalah 29 cm. Ketika kedua sepeda motor tersebut dinaiki oleh satu orang, panjang masing-masing shockbreakernya menjadi 22 cm. Manakah yang lebih berat, antara orang yang menaiki sepeda motor pertama atau orang yang menaiki sepeda motor kedua?
4. Terdapat dua buah kawat logam. Logam pertama dengan luas penampang 5 mm2 ditarik oleh gaya 3 N hingga panjangnya bertambah dari 50 cm menjadi 50,04 cm. Kawat logam kedua dengan luas penampang 4 mm2 ditarik oleh gaya 2 N hingga panjangnya bertambah dari 60 cm menjadi 60,06 cm. Kawat logam manakah yang lebih kuat?
Kunci Jawaban
1. Karet gelang terus menerus ditarik artinya gaya yang diberikan terus diperbesar. Jika gaya terus diperbesar, maka ketika gaya tersebut melebihi batas elastisitas dan gaya tersebut dihilangkan maka karet tidak akan kembali ke bentuknya semula. Karet sudah menjadi benda plastis. Jika gaya yang diberikan melebihi titik tekuk, maka hanya dibutuhkan tambahan gaya tarik kecil untuk menghasilkan pertambahan panjang yang besar. Jika gaya yang diberikan melebihi titik patah, maka karet akan terputus.
2. Diketahui:
k = 1000 N/m
x0 = 0,6 m
h = 1 m
m = 20 kg
g = 10 m/s2
Ditanyakan: Apakah beban tersebut menyentuh tanah atau tidak?
Jawab:
Menurut hukum Hooke pertambahan panjang pegas adalah
Panjang pegas keseluruhannya menjadi:
Jadi panjang pegas keseluruhannya ditambah panjang beban menjadi
Karena beban pegas digantung pada ketinggian 1 m jadi beban tidak menyentuh tanah.
3. Diketahui:
k1 = 2000 N/m
x01 = 30 cm = 0,3 m
k2 = 1500 N/m
x02 = 29 cm = 0,29 m
x = 22 cm = 0,22 m
Ditanyakan: Manakah yang lebih berat, antara orang yang menaiki sepeda motor pertama atau orang yang menaiki sepeda motor kedua?
Jawab:
Untuk sepeda motor pertama
Konstanta pegas pengganti sepeda motor pertama
Perubahan panjang shockbreaker sepeda motor pertama
(tanda (–) menyatakan pegas memendek)
Gaya yang bekerja pada sepeda motor 1 adalah
Untuk sepeda motor kedua
Konstanta pegas pengganti sepeda motor kedua
Perubahan panjang shockbreaker sepeda motor kedua
(tanda (–) menyatakan pegas memendek)
Gaya yang bekerja pada sepeda motor 2 adalah
Jadi,
F1 = 320 N
F2 = 210 N
Karena F1 > F2, maka orang yang menaiki sepeda motor pertama lebih berat dibandingkan dengan orang yang menaiki sepeda motor kedua.
4. Diketahui:
A1 = 5 mm2 =5 × 10-6 m2
F1 = 3 N
L01 = 50 cm
L1 = 50,04 cm
A2 = 4 mm2 = 4 × 10-6 m2
F2 = 2 N
L02 = 60 cm
L2 = 60,04 cm
Ditanyakan: Kawat logam manakah yang lebih kuat?
Jawab:
Kawat logam pertama
Kawat logam kedua
E1 = 0,75 x 109 N/m2
E2 = 0,75 x 109 N/m2
Karena E1 = E2, maka logam pertama dan logam kedua sama kuatnya.
Umpan Balik
a. Kriteria Penilaian Tes
Skor Kriteria
5 Memberikan suatu penyelesaian lengkap dan benar
4 Memberikan suatu penyelesaian yang benar, sedikit cacat, tetapi memuaskan
3 Memberikan suatu penyelesaian yang benar, banyak cacat, tetapi hampir memuaskan
2 Memberikan suatu penyelesaian yang ada unsur benarnya, tetapi tidak memadai
1 Mencoba memberikan suatu penyelesaian, tetapi salah total
0 Tidak mencoba memberikan penyelesaian sama sekali
b. Rumus untuk menghitung skor akhir tes
Contoh:
Dalam tes yang terdiri dari 5 buah soal, dengan menggunakan kriteria penilaian tes, anda mendapatkan nilai sebagai berikut.
No Tes Nilai
1 4
2 5
3 3
4 5
5 3
Jumlah 20
Karena jumlah soal adalah 5, maka nilai skor maksimumnya adalah 5 × 5 = 25.
Jadi nilai Anda adalah 80.
c. Pedoman menentukan tingkat pencapaian sasaran belajar
KKM untuk mata pelajaran fisika kelas X semester genap adalah 75.
• Jika nilai yang Anda dapatkan dalam tes kurang dari 75, maka Anda belum tuntas.
• Jika nilai yang Anda dapatkan dalam tes lebih dari atau sama dengan 75, maka Anda sudah tuntas.
d. Tindak lanjut
• Jika nilai Anda belum tuntas, maka Anda perlu menempuh remidi.
• Jika nilai Anda sudah tuntas, maka Anda bisa melanjutkan ke materi pembelajaran berikutnya.

Momentum, Impuls, dan Macam-macam tumbukan



A.MOMENTUM
 1.Pengertian momentum
   Momentum di definisikan sebagai ukuran kesukaran untuk memberhentikan suatu benda. Momentum dinotasikan dengan (P) dengan satuan (kg.m/s). Momentum diperoleh dari hasil kali besaran skala massa (m) dengan besaran vektor kecepatan (m/s). Momentum sendiri merupakan besaran vektor.
   Rumus momentum yaitu :  
P = m.v
Keterangan: P = Momentum (kg.m/s)
                      m = Massa benda (kg)
                       v = Kecepatan benda (m/s)
Contoh :
  1.    Diketahui : m = 1.500kg
                     v  =  36km/jam = 10m/s
Ditanya : Momentum (P) ...?
Jawab : P = m.v
                    (1.500kg) x (36km/jam)
                 = 15.000kg.m/s
  2.  Seorang pemain bola bermassa 90kg bergerak lurus dengan kelajuan 4m/s. Sebuah granat bermassa 1kg ditembakkan dengan kelajuan 500m/s. Manakah yang mempunyai momentum lebih besar?
Pembahasan :
    Diketahui : (m) pemain bola = 90kg
                        (v) pemain bola = 4m/s
                        (m) granat = 1kg
                         (v) granat =  500m/s
      Jawab : * Besar momentum pemain bola:
                      (P) pemain = m pemain .v pemain
                                           = 90kg . 4m/s = 360kg.m/s
                    *Besar momentum sebuah granat:
                     (P) granat = m granat . v granat
                                        = 1kg . 500m/s = 500kg.m/s
 Jadi, yang mempunyai momentum lebih besar adalah sebuah granat dengan momentum 500kg.m/s.
 
 2.Hukum kekekalan momentum
  Hukum kekekalan momentum menyatakan bahwa, “Jumlah momentum sebelum tumbukan sama dengan jumlah momentum setelah tumbukan. 
Hukum momentum:
P sebelum = P sesudah
P1 + P2  =  P1’ +  P2’
m1v1 + m2v2 = m1v1’+m2v2’ 
       
Contoh : 
  Sebuah gerbang mempunyai massa 10.000kg berjalan dengan laju 24m/s ke kanan dan menabrak gerbang sejenis yg berhenti. Jika kedua gerbang tersambung akibat tumbukan, berapakah kecepatan (v) keduanya sesaat setelah tumbukan?
 Jawab:  Jumlah momentum sebelum tumbukan 
                                   P1 = m1.v1+m2.v2
                                           (10.000kg)(24m/s) + (10.000kg)(0m/s)
                                        =  2,4 x 100.000 kg.m/s
 Arah momentum total mula-mula ke kanan, setelah tumbukan kedua gerbong tersambung sehingga kecepatannya sama yaitu (v’) dan momentumnya menjadi:
                                               P2=(m1+m2) . v’
        Jumlah momentum sebelum tumbukan sama dengan jumlah momentum setelah tumbukan 
                                         P1      =      P2
               2,4 . 100000 kg.m/s        =     (m1+m2) . v’
                   (m1+m2) . v’         =    2,4 . 100.000 kg.m/s       
                                      v’         =     2,4 . 100.000 kg.m/s
                                                             (m1+m2)     
                                 v’       =     2,4 . 100.000 kg.m/s
                                                (10.000kg)+(10.000kg)
                                  v’    =    12m/s
      Jadi, setelah tumbukan, kedua gerbong bergerak ke kanan dengan kecepatan 12m/s. 
   Hukum kekekalan momentum menyatakan:
    Bila tidak ada gaya dari luar yang bekerja pada benda-benda yang melakukan interaksi, atau resultan gaya dari luar yang bekerja pada benda-benda adalah nol, maka jumlah momentum benda-benda sebelum mengadakan interaksi selalu sama dengan jumlah momentum benda-benda setelah mengadakan interaksi. 
  3.Peristiwa yang berlaku pada hukum kekekalan momentum
·       Tumbukan benda
·       Interaksi dua benda
·       Peristiwa ledakan
·       Peristiwa tarik-menarik
·       Peristiwa jalannya roket/jet
  4.Contoh penerapan hukum kekekalan momentum kehidupan sehari-hari :
·       Prinsip peluncuran roket : Besar momentum yang di hasilkan gaya dorong oleh bahan bakar sama dengan momentum meluncurnya roket
·       Senapan/Meriam
·       Orang ketika melompat dari perahu
·       Ayunan balistik
·       Balon udara pada mobil dan sabuk pengaman.
  B.IMPULS
1.Pengertian Impuls
   Impuls, dinotasikan dengan ( I ) dan memiliki satuan (N.s) atau (kg.m/s). Impuls adalah hasil kali gaya konstan seaat dengan selang waktu gaya bekerja. Impuls sendiri merupakan besaran vektor. Menurut definisinya, Impuls dapat dinyatakan oleh:
                                 I = F. ∆t   
Keterangan: I = Impuls (N.s)
                       F = Gaya suatu benda (N)
                    ∆t = Selang waktu singkat (s)
Contoh :
    Dik : m = 0,5kg
          v0 = 0
         F = 80N
          v = 6m/s
     Dit: a. Impuls (I) ...?
            b. Waktu sentuhan bola dan pemukul (∆t) ....?
   Jawab :
a)    I = mv-mv0 =  m(v-v0)
   = 0,5(6-0)  = 3N.s
b)   ∆t = mv-mv0 = 0,5(6-0)
               F              80
     = 0,0375 s
     = 37,5ms
C.HUBUNGAN IMPULS DAN MOMENTUM
  Hukum II Newton menjelaskan bahwa besar gaya yang bekerja dalam setiap satuan massa terhadap benda sama dengan besar percepatan yang di alami benda tersebut, atau dituliskan:
                                      F = m.a                            (4.3)
Percepatan benda adalah laju perubahan percepatan yang dialami benda terhadap waktu, yaitu: 
                                        a = ∆v      
                                            ___                      
                                             ∆t               
                                                      (4.4)
Sehingga hukum II Newton dapat ditulis 
                                          ∆v
                             F =  m ____ 
                                           ∆t                                                           
                                                                          (4.5)
Persamaan (4.5) dapat ditulis menjadi
                                         F∆t  = m . ∆v
                                                 = m (v-v0)
                                                  =  mv-m0                                                                                                                                                                                 
                                                                           (4.5a)                 
   Sisi kanan persamaan (4.5a) menunjukan perubahan momentum yaitu selisih antara momentum akhir (P = mv) dengan momentum awal (P0 = mv0)                                                                              
  Sedangkan sisi kiri, menunjukan impuls (I = F∆t). Dengan demikian persamaan (4.5a) dapat ditulis menjadi 
I = P-P0
I = ∆t
   Dapat disimpulkan bahwa Impuls ( I ) sama dengan perubahan momentum (∆p). Ini menunjukan bahwa gaya yang bekerja pada sebuah benda sama dengan perubahan momentum benda persatuan waktu. 
 P1 = momentum awal (kg.m/s)
 P2=Momentum akhir (kg.m/s)                                              
 v1=Kecepatan awal (m/s)
 v2= Kecepatan akhir (m/s)
Contoh:
  Dik : m = 1500kg
           v1=+20m/s
         v2= 15m/s
           ∆t = 3s
 Dit : F...?
 Jawab :    I   =   ∆P
             F. ∆t = P2-P1
             F. ∆t  = m . v2 – m . v1
              F(3s) = (1500kg)(15m/s) – (1500kg)(20m/s)
               F= -7500kg :  3s
                  = -2500N
4.TUMBUKAN
  1.Pengertian Tumbukan
   Tumbukan adalah pertemuan antara dua buah benda yang masing-masing relatif bergerak.
  2.Macam-macam tumbukan
·         Tumbukan elastis sempurna, yaitu tumbukan yang tak mengalami perubahan energi. Koefisien restitusi e = 1
·         Tumbukan elastis sebagian, yaitu tumbukan yang tidak berlaku hukum kekekalan energi mekanik sebab ada sebagian energi yang diubah dalam bentuk lain, misalnya panas. Koefisien restitusi 0 < e < 1.
·         Tumbukan tidak elastis , yaitu tumbukan yang tidak berlaku hukum kekekalan energi mekanik dan kedua benda setelah tumbukan melekat dan bergerak bersama-sama. Koefisien restitusi e = 0.
  3.Pembahasan macam-macam tumbukan 
v TUMBUKAN LENTING SEMPURNA
   Dua benda dikatakan melakukan Tumbukan lenting sempurna jika Momentum dan Energi Kinetik kedua benda sebelum tumbukan = momentum dan energi kinetik setelah tumbukan. Dengan kata lain, pada tumbukan lenting sempurna berlaku Hukum Kekekalan Momentum dan Hukum Kekekalan Energi Kinetik
Hukum kekekalan momentum ditinjau dari energi kinetik:
Dua benda, benda 1 dan benda 2 bergerak saling mendekat. Benda 1 bergerak dengan kecepatan v1 dan benda 2 bergerak dengan kecepatan v2. Kedua benda itu bertumbukan dan terpantul dalam arah yang berlawanan. Karena memiliki massa dan kecepatan, maka kedua benda memiliki momentum (p = mv) dan energi kinetik (EK = ½ mv2). Total Momentum dan Energi Kinetik kedua benda sama, baik sebelum tumbukan maupun setelah tumbukan.
v TUMBUKAN LENTING SEBAGIAN
Tumbukan lenting sebagian juga disebut tumbukan lenting tak sempurna. Hal ini sebenarnya banyak dijumpai pada tumbukan benda-benda disekitar kita.
Pada tumbukan ini berlaku hokum kekekalan momentum, tetapi hokum kekekalan energy tidak berlaku. Hal ini karena ada tenaga yang hilang saat tumbukan.
Dengan demikian, Ek setelah tumbukan < Ek sebelum tumbukan atau:
- m2(v’2 - v2)2  <  v1(v1 - v’1)2   …………… (iii) 
dengan cara membagi persamaan (iii) dengan persamaan (ii) maka didapat:
- (v’1 - v’2)2  <  v1(v1 - v2)2   
Dari persmaan tersebut dapat disimpulkan bahwa:
Pada tumbukan lenting sebagian besarnya kecepatan relative sesudah tumbukan lebih kecil dari kecepatan relative sebelum tumbukan. (tanda negative menunjukkan arahnya berlawanan dengan arah semula)
v TUMBUKAN TAK LENTING SAMA SEKALI
Pada tumbukan ini jumlah energi kinetik kedua benda sebelum tumbukan (∆Ek) lebih besar dari setelah tumbukan (∆Ek`) . Pada tumbukan tak lenting sama sekali berlaku hukum kekekalan momentum:
artinya:
kecepatan benda 1 dengan benda 2 setelah bertumbukan sama
Contoh :
Sebuah peluru yang massanya 20 gram mengenai segumpal lilin mainan yang massanya 200 gram dan tergantung pada seutas tali yang panjang. Peluru itu masuk dan melekat pada lilin mainan. Jika kecepatan peluru sebelum mengenai lilin adalah 200 m/s, maka besarnya kecepatan lilin mainan setelah peluru tersebut masuk didalamnya adalah ...
Penyelesaian:
 m1.v1 + m2.v2 = (m1 + m2).v`
0 + 0,02 . 200 = (0,2 + 0,02) . v`
4 = 0,22 v`
v` = 4 / 0,22
    = 18,2 m/s
   
   Nah, semuanya sudah memahamikan apa itu Momentum,Impuls, dan Tumbukan? ..
Kalo gitu sampai disini dulu ya teman-teman, semoga pembelajaran kali ini yang Sarah kasih bermanfaat untuk kita semua, Amin.. :)
   Jangan lupa belajar dan terus semangat mencapai cita-cita, guys ...

Sumber :  http://sarahbhiba.blogspot.co.id/2015/01/momentum-impuls-dan-macam-macam-tumbukan_9.html